Wednesday, August 22, 2018

KENCUR






Kencur Ciri-Ciri

Tanaman obat dari suku Zingiberaceae dengan nama latin ilmiah Kaempferia galanga L.

Deskripsi : Habitus semak tahunan. Tinggi ± 20 cm. Batang semu pendek membentuk rimpang coklat keputih-putihan. Daun tunggal bentuk lonjong, panjang 7-15 cm, lebar 2-8 cm, ujung runcing, pangkal berlekuk, tepi rata, hijau. Bunga tunggal bentuk terompet panjang 2,5-5 cm, benang sari panjang ± 4 cm kuning, putik putih atau putih keunguan. Akar serabut coklat kekuningan. Rimpang banyak cabangnya karenanya dapat hidup selama bertahun-tahun. Akarnya di beberapa tempat seringkali berumbi dengna warna putih kekuningan dan berbau harum. Tumbuh subur di tanah hitam dan berpasir dan dalam musim kemarau biasanya kehilangan daunnya.    

Kencur Khasiat

Daunnya saat masih muda dapat dijadikan lalap.
Umbinya dapat dibuat jamu beras kencur, bahan kosmetik terutama bedak untuk ibu-ibu.
Rimpang dan akarnya digunakan sebagai bumbu dapur, untuk lalap, atau untuk memberi aroma pada nasi. Rimpang dapat pula digunakan sebagai obat batuk, radang tenggorokan, radang lambung, pilek, nyeri perut, melancarkan haid, obat gosok, melangsingkan tubuh, menurunkan panas dalam, obat mual, obat bengkak dan obat bisul.
Untuk obat batuk digunakan ± 5 gr rimpang segar dicuci, dikunyah-kunyak sampai halus baru ditelan.
Kandungan kencur 2,4-3,9% minyak atsiri dengan komponen utama borneol, kamfer, sineol, dan etil alkohol.

Friday, August 17, 2018

TEMU KUNCI



Temu kunci Ciri-Ciri :

Tanaman obat dari suku Zingiberaceae dengan nama latin Boesenbergia pandurata.
Deskripsi : habitus herba, semusim, tinggi ± 50 cm. Batang semu membentuk rimpang, kuning keputih-putihan. Daun tunggal, lanset, ujung lancip, tepi rata, pangkal meruncing, panjang 12-50 cm, lebar 5-11 cm, pertulangan menyirip, tangkai 7-16 cm, beralur hijau. Letak daun tegak, berseling di kiri kanan batang, jumlahnya 2-7 lembar. Perbungaan keluar dari pucuk batang semunya. Bunga majemuk bentuk tandan atau bulir, melekat pada tandan, ujung kelopak rata. Bunganya berwarna merah muda keputih-putihan atau kuning pucat. Akar serabut putih kekuningan.
Panjang rimpang 5-30 cm, bergaris tengah 0,5-2 cm, dan berwarna coklat kekuningan.



Temu Kunci Khasiat :

Pelepah muda dan batang semu yang terbungkus pelepah dapat dimakan mentah sebagai lalap atau sayur setelah direbus.
Rimpang dipakai bumbu masak atau lalap. Rimpang dapat juga digunakan untuk memperbanyak air susu dan penyegar tubuh bagi ibu setelah melahirkan.
Daun khasiat sebagai obat sariawan.
Untuk memperbanyak air susu ibu dipakai rimpang ± 20 gr dipotong kecil-kecil direbus dengan segelas air selama 15 menit diberi garam ¼ sdt. Setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum sekaligus.





Thursday, August 16, 2018

Lempuyang Wangi



Tanaman ini sering aku temukan tumbuh di dekat pohon bambu. Aku suka dengan bentuk bunganya yang seperti mikrofon. Dulu waktu masih SD suka dipakai nyanyi sama teman-teman. Tapi, karena ada yang bilang ini makanan ular, kami langsung nggak berani menyentuh tanaman itu.


Ada juga teman sekelasku, namanya Bejo yang iseng menanamnya di taman sekolah waktu kami kerja bakti. Kalau tak salah ingat waktu duduk di kelas 4 SD. Katanya bunganya  bagus, warnanya merah darah. Perawatannya mudah banget. Ia bisa tumbuh subur, meski kami hampir nggak pernah menyiramnya. Hanya mengandalkan air hujan dan teduhan pohon. Tanaman yang lain seperti tanaman puring, mawar, bunga matahari dll mati, tapi lempuyang wangi masih tetap tumbuh hingga kami lulus.


Sayangnya, setelah lulus, tanaman ini dibabat habis oleh pihak sekolah. Katanya banyak insiden ular masuk sekolah karena tanaman ini. Entah benar entah tidak, tanaman lempuyang dicap sebagai makanan ular melekat erat hingga aku dewasa.


Padahal itu enggak benar. Ular adalah hewan karnivora. Mereka memangsa berbagai jenis hewan yang lebih kecil dari tubuhnya. Ular pohon dan ular darat memangsa burung, mamalia, kodok, jenis-jenis reptil yang lain termasuk telur-telurnya. Ular-ular besar seperti Sanca kembang atau Phyton dapat memangsa kambing, kijang, rusa, hingga manusia.


Jika ular terlihat suka bergelung di bawah pohon lempuyang wangi, itu bukan karena Lempuyang wangi adalah makanannya, melainkan karena di bawah pohon lempuyang lembab. Cocok untuk tempat ular beristirahat.




Lempuyang ciri-ciri

Tanaman ini obat dari suku Zingiberaceae dengan nama latin Zingiberaceae aromaticum.
Deskripsi : habitus semak, semusim, tinggi ± 1 m. Batang tegak, semu, membentuk rimpang. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung dan pangkal runcing, permukaan licin, hijau, pelepah bentuk talang panjang ± 17 cm, tangkai panjang ± 10 cm hijau. Bunga majemuk bentuk bongkol, tumbuh dari pangkal rimpang warna merah, kelopak lepas satu sama lain warna merah. Biji bulat dengan diameter ± 4 mm warna hitam. Akar serabut kuning keputih-putihanRimpang berbau harum, berserat dan rasanya pahit-pedas.
Berasal dari Asia Tropika.
Tumbuh di tempat-tempat lembab sampai dengan ketinggian 1200 m dpl.
Diperbanyak dengan potongan rimpang




Lempuyang khasiat
Rimpang muda setelah atau tanpa dikupas dapat dimakan untuk lalap.  Air rebusan untuk obat berbagai macam penyakit.
Rimpang berkhasiat sebagai obat gatalobat batuk rejan, peluruh kentutmencret, perut nyeri, obat borok, disentri, sesak napas, wasir, cacing, dan penambah nafsu makan.
Sekarang, tim ahli juga mengembangkang tanaman ini untuk mengobati penyakit kankerAhli Jepang menemukan rimpang lempuyang efektik untuk membunuh sel-sel melanoma pada kanker.
Untuk obat gatal, Gunakan ± 10 gr rimpang lempuyang segar, dicuci, diparut, ditambah dengan air matang panas, dan disaring. Hasil saringan didiamkan dan diminum sekaligus.
Kandungan kimia : Rimpang mengandung alkaloida, saponin, flavonoida, polifenol di samping minyak atsiri.
Untuk ramuan ibu yang tengah hamil 3 – 7 bulan.