Thursday, August 16, 2018

Lempuyang Wangi



Tanaman ini sering aku temukan tumbuh di dekat pohon bambu. Aku suka dengan bentuk bunganya yang seperti mikrofon. Dulu waktu masih SD suka dipakai nyanyi sama teman-teman. Tapi, karena ada yang bilang ini makanan ular, kami langsung nggak berani menyentuh tanaman itu.


Ada juga teman sekelasku, namanya Bejo yang iseng menanamnya di taman sekolah waktu kami kerja bakti. Kalau tak salah ingat waktu duduk di kelas 4 SD. Katanya bunganya  bagus, warnanya merah darah. Perawatannya mudah banget. Ia bisa tumbuh subur, meski kami hampir nggak pernah menyiramnya. Hanya mengandalkan air hujan dan teduhan pohon. Tanaman yang lain seperti tanaman puring, mawar, bunga matahari dll mati, tapi lempuyang wangi masih tetap tumbuh hingga kami lulus.


Sayangnya, setelah lulus, tanaman ini dibabat habis oleh pihak sekolah. Katanya banyak insiden ular masuk sekolah karena tanaman ini. Entah benar entah tidak, tanaman lempuyang dicap sebagai makanan ular melekat erat hingga aku dewasa.


Padahal itu enggak benar. Ular adalah hewan karnivora. Mereka memangsa berbagai jenis hewan yang lebih kecil dari tubuhnya. Ular pohon dan ular darat memangsa burung, mamalia, kodok, jenis-jenis reptil yang lain termasuk telur-telurnya. Ular-ular besar seperti Sanca kembang atau Phyton dapat memangsa kambing, kijang, rusa, hingga manusia.


Jika ular terlihat suka bergelung di bawah pohon lempuyang wangi, itu bukan karena Lempuyang wangi adalah makanannya, melainkan karena di bawah pohon lempuyang lembab. Cocok untuk tempat ular beristirahat.




Lempuyang ciri-ciri

Tanaman ini obat dari suku Zingiberaceae dengan nama latin Zingiberaceae aromaticum.
Deskripsi : habitus semak, semusim, tinggi ± 1 m. Batang tegak, semu, membentuk rimpang. Daun tunggal, bentuk lanset, tepi rata, ujung dan pangkal runcing, permukaan licin, hijau, pelepah bentuk talang panjang ± 17 cm, tangkai panjang ± 10 cm hijau. Bunga majemuk bentuk bongkol, tumbuh dari pangkal rimpang warna merah, kelopak lepas satu sama lain warna merah. Biji bulat dengan diameter ± 4 mm warna hitam. Akar serabut kuning keputih-putihanRimpang berbau harum, berserat dan rasanya pahit-pedas.
Berasal dari Asia Tropika.
Tumbuh di tempat-tempat lembab sampai dengan ketinggian 1200 m dpl.
Diperbanyak dengan potongan rimpang




Lempuyang khasiat
Rimpang muda setelah atau tanpa dikupas dapat dimakan untuk lalap.  Air rebusan untuk obat berbagai macam penyakit.
Rimpang berkhasiat sebagai obat gatalobat batuk rejan, peluruh kentutmencret, perut nyeri, obat borok, disentri, sesak napas, wasir, cacing, dan penambah nafsu makan.
Sekarang, tim ahli juga mengembangkang tanaman ini untuk mengobati penyakit kankerAhli Jepang menemukan rimpang lempuyang efektik untuk membunuh sel-sel melanoma pada kanker.
Untuk obat gatal, Gunakan ± 10 gr rimpang lempuyang segar, dicuci, diparut, ditambah dengan air matang panas, dan disaring. Hasil saringan didiamkan dan diminum sekaligus.
Kandungan kimia : Rimpang mengandung alkaloida, saponin, flavonoida, polifenol di samping minyak atsiri.
Untuk ramuan ibu yang tengah hamil 3 – 7 bulan.

No comments:

Post a Comment